KABAR
04 Pebruari 2017
RAPOTIVI Resmi Terintegrasi Dengan LAPOR!

Berita gembira!

Terhitung sejak 17 Desember 2016, aplikasi RAPOTIVI telah terintegrasi dengan LAPOR!, Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat.

LAPOR! adalah sebuah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang mudah diakses dan terpadu dengan 81 Kementerian/Lembaga, 5 Pemerintah Daerah, serta 44 BUMN di Indonesia.LAPOR! dikembangkan oleh Kantor Staf Presiden dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat mengawasi program dan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik.

Latar belakang kerjasama ini adalah untuk meningkatkan peluang aduan warga lewat RAPOTIVI untuk ditindaklanjuti oleh KPI. Kami berharap LAPOR! bisa menjadi jembatan RAPOTIVI dengan KPI untuk bekerja lebih baik. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan penggunaan RAPOTIVI. Kerjasama dengan LAPOR! Kami harapkan dapat meluaskan jangkaun RAPOTIVI ke seluruh warga negara Indonesia.

Terkait hal ini, terhitung sejak 22 Desember 2016, kami telah mengirim email pada semua pengguna mengenai perubahan kebijakan privasi di RAPOTIVI. Dalam email tersebut kami menuliskan bila sampai pada 1 Januari 2017 tidak ada keberatan maka penggunaan dianggap setuju dengan perubahan privasi ini. Jika sebelumnya kebijakan privasi kami berbunyi:

“Kami tidak akan menjual, menyewakan, atau berbagi informasi pribadi Anda dengan pihak ketiga yang tidak terafiliasi tanpa persetujuan Anda, kecuali seperti yang dijelaskan dalam kebijakan ini.Kami menggunakan informasi pribadi Anda seperti informasi kontak Anda untuk mengirimkan berita atau update tentang aplikasi dan website kami.”

Maka terhitung sejak saat ini, setiap pengguna RAPOTIVI secara langsung memiliki akun di LAPOR!. Ini berarti informasi data pribadi anda seperti nama lengkap, alamat surel, nomor telepon serta domisili anda akan dimiliki oleh pihak LAPOR!. Tentu informasi tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya. LAPOR! Sendiri memiliki kebijakan privasi, seperti yang dijabarkan di laman websitenya:

”Secara default, data kontak pelapor (alamat email atau nomor telepon) akan dirahasiakan dari pengguna lain maupun dari instansi terlapor. Jika pelapor mengirimkan laporan melalui SMS 1708, maka empat digit belakang pada nomor telepon seluler anda akan disembunyikan. Jika pelapor mengirimkan laporan melalui situs https://www.lapor.go.id/, maka nama pengguna akan ditampilkan (jika tidak menggunakan fitur "Anonim") namun alamat email akan disembunyikan.

Identitas pelapor hanya diberikan kepada instansi terlapor apabila diperlukan dengan tetap mempertimbangkan urgensi dan potensi konsekuensinya. Sewaktu-waktu kami berhak untuk tidak memberikan identitas pelapor kepada instansi terlapor, serta menambahkan penggunaan fitur "Anonim" dan/atau "Rahasia" pada laporan masyarakat manakala dinilai dibutuhkan demi keamanan dan kenyamanan pelapor.”

Mulai saat ini, Aduan dari kawan-kawan yang masuk lewat Rapotivi secara otomatis akan diteruskan ke pihak LAPOR! Pihak lapor pun akan meneruskan aduan tersebut ke KPI. Setelah aduan diterima dan diteruskan kawan-kawan akan mendapat notifikasi melalui email. Untuk hal inilah, data kawan-kawan diperlukan.

Kami berharap kawan-kawan RAPOTIVI tidak berkeberatan perubahan privasi ini, Bila ada yang belum menerima email konfirmasi dan  merasa berkeberatan, sila kirimkan konfirmasi ke rapotivi@gmail.com

Kompilasi Aduan Warga 1 - 30 April 2017
Pada periode ini terdapat 71
KNRP Luncurkan RUU Penyiaran Versi Publik
Proses revisi regulasi yang
Rapotivi Bawa 109 Aduan Warga Ke KPI
Pada 19 April 2017, Komisi
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Maret 2017
Pada periode ini terdapat 37