KABAR
27 Januari 2017
KPI Janji Tindak Lanjut Aduan Warga

Pada 13 Januari 2017, Rapotivi mengadakan audiensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia. Audiensi ini selain memberikan kompilasi aduan kepada KPI, juga untuk menyampaikan beberapa hal terkait Rapotivi dan aduan warga yakni:

  1. Tindak lanjut KPI terhadap aduan-aduan warga.
  2. Mekanisme penindakan aduan warga yang diberikan ke KPI.
  3. Kemungkinan pertemuan rutin Rapotivi dengan KPI.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 6 komisioner KPI tersebut, KPI berkomitmen untuk bekerjasama mengawal dan menindaklanjuti aduan warga. Pernyataan ini diungkapkan oleh Hardly Stefano, koordinator bidang isi siaran.

Alinda Rimaya, Manajer Rapotivi menyampaikan bahwa sejak Juni 2016 hingga Januari 2017, Rapotivi telah meneruskan 72 aduan warga ke KPI. Dari jumlah tersebut 18 diantaranya berujung sanksi, ini artinya hanya 25% saja yang ditindak oleh KPI.  

Nuning Rodiyah, komisioner KPI bidang isi siaran, berjanji ama memeriksa kembali 72 aduan tersebut satu persatu dan bila memenukan pelanggaran ia berjanji akan menindaklanjutinya sampai menjadi sanksi. Data aduan warga akan dicocokan dengan rekaman tayangan untuk kemudian dibawa ke rapat pemantauan tayangan yang diadakan KPI setiap minggunya. Dalam paparannya Nuning juga berterimakasih pada Rapotivi karena telah membantu kerja KPI.

Demi memastikan laporan warga melalui Rapotivi diterima dengan baik, Nuning meminta Rapotivi mengirimkan pembaharuan kompilasi aduan setiap minggu langsung ke email pribadi para komisioner.

Perihal tindak lanjut KPI terhadap aduan-aduan warga, Komisioner KPI bidang isi siaran, Dewi Setyarini mengungkapkan kendala utamanya adalah sistem. Sistem rekap hasil temuan pelanggaran masih manual dicatat di atas kertas. Menurutnya, ini yang menjelaskan mengapa banyak tayangan yang telah melanggar tidak dapat sanki bertingkat.

Meski begitu, KPI tetap berkomitmen memperbaiki terus menerus mekanisme penerimaan aduan maupun penjatuhan sanksi. KPI juga berjanji untuk melakukan verifikasi terhadap aduan-aduan yang ada, baik aduan warga dari Rapotivi maupun hasil temuan dari tenaga pemantau.

Ketua komisioner KPI, Yuliandre menyampaikan kegiatan audiensi ini bisa dilakukan reguler. Di akhir audiensi, KPI dan Rapotivi sepakat untuk melakukan pertemuan tiap dua bulan sekali.

(Suci Wulanningsih/Redaksi)

Tak Ada Kepentingan Publik Di Pernikahan Kahiyang
Tanggal 8 November,
Kompilasi Aduan Warga 1-31 Oktober 2017
Pada periode ini terdapat 11
Kompilasi Aduan Warga 1-30 September 2017
Pada periode ini terdapat 13
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Agustus 2017
Pada periode ini terdapat 17