KABAR
04 Maret 2015
Kompilasi Aduan 18 Februari – 2 Maret 2015

Pada periode ini terdapat 66 buah aduan yang masuk melalui Rapotivi. Dari jumlah tersebut, 43 aduan diteruskan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) secara otomatis melalui e-mail, sedangkan 23 aduan ditolak. 

Aduan yang kami teruskan ke KPI adalah aduan yang kami nilai melanggar P3SPS dan/atau punya potensi melanggar P3SPS atau perangkat yang lebih luas, misalnya etika komunikasi dan kode etik jurnalistik. Secara umum, aduan yang ditolak dikarenakan data aduan tidak lengkap sehingga tidak bisa diverifikasi atau tidak ditemukannya pelanggaran berdasarkan P3SPS.

Lebih rinci, beberapa aduan yang ditolak pada periode ini dikarenakan:

  1. Aduan terlalu umum, misal: sinetron tidak mendidik atau semua berita di TV A tidak berimbang.
  2. Mengadukan masalah di luar konteks TV, misal: berita di mediaonline.com bersifat fitnah atau kabupaten X mengerahkan siswa-siswinya datang syuting ke sebuah program musik.
  3. Aduan tak bisa diukur atau dirasionalisasi pelanggarannya, misal: durasi sinetron X terlalu panjang, tayangan Y membosankan, tayangan Z tidak masuk akal, tayangan A memuakkan karena jurinya menyebalkan, atau tayangan B sangat Korea, tidak Indonesia.

Selain melalui e-mail, setiap aduan yang terverifikasi juga dikirim melalui pos kepada KPI tiap minggunya. Berikut adalah kompilasi aduan yang Tim Rapotivi kirim pada 3 Maret 2015: Unduh di sini.

Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Mei 2017
Pada periode ini terdapat 123
Kompilasi Aduan Warga 1 - 30 April 2017
Pada periode ini terdapat 71
KNRP Luncurkan RUU Penyiaran Versi Publik
Proses revisi regulasi yang
Rapotivi Bawa 109 Aduan Warga Ke KPI
Pada 19 April 2017, Komisi