KABAR
26 Juli 2016
Selamat Datang Komisioner KPI 2016-2019

Apakah teman-teman Rapotivi tahu bahwa komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2013-2016 telah selesai masa tugasnya? Ya, dua hari yang lalu (19/7) DPR telah mengetuk palu menetapkan 9 nama para punggawa penyiaran Indonesia periode 2016-2019. Siapa saja yang terpilih dan bagaimana proses seleksinya? Yuk, disimak.

9 Komisioner KPI Periode 2016-2019

1. Nuning Rodiyah, Komisioner KPP Jawa Timur dan Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo   

2. Sujarwanto Rahmat M Arifin, Komisioner KPI Pusat 2010-2013 (petahana)

3. Yuliandre Darwis, Ketua ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia)

4. Ubaidillah, Komisioner KPID Jakarta

5. Dewi Setyarini, Direktur Utama LPP lokal Purbalingga

6. Obsatar Sinaga, Dosen FISIP Unpad

7. Mayong Suryo Laksono, Wartawan majalah Motorride

8. Hardly Stefano Fenelon, Konsultan Ahli Bidang Manajemen dan Kebijakan Publik PT. Kualita Prima Indonesia

9. Agung Suprio, Dosen UKI Jakarta

 

Tahapan Seleksi Komisioner KPI 2016-2019

Tahapan seleksi pemilihan para wakil publik di bidang penyiaran televisi dan radio pada periode ini sedikit berbeda dengan periode sebelumnya. Periode lalu tahapan seleksi KPI terdiri dari seleksi administrasi, seleksi tertulis, serta uji kelayakan dan kepatutan. Tes psikologi pada seleksi periode 2010-2013 tidak dipakai sebagai dasar penilaian kelulusan. Beberapa hal yang tidak sesuai dengan prosedur dalam pemilihan komisioner periode lalu menjadi salah satu investigasi Tempo.

Periode ini, tahapan seleksi Komisioner KPI ini sebagai berikut:

1. Pendaftaran dan Seleksi Administrasi

Pada periode pendaftaran dari 12-26 April 2016, jumlah pendaftar Komisioner KPI sebanyak 689 pelamar. Kemudian pada 4 Mei 2016 panitia seleksi mengumumkan 201 nama pelamar yang lolos seleksi adminitrasi. Mulai pengumuman tersebut diturunkan hingga 27 Mei, panitia seleksi menerima segala rekomendasi publik berkaitan dengan nama-nama yang telah lolos seleksi tersebut.

2. Penilaian Tulisan Pribadi

Syarat dokumen dalam pendaftaran calon komisioner periode ini adalah mengirimkan daftar riwayat hidup serta contoh tulisan pribadi terkait penyiaran di Indonesia. Nah, setelah 201 nama lolos seleksi administrasi, tulisan yang mereka kirim saat pendaftaran akan dinilai oleh panitia seleksi. Pada 11 Mei 2016, panitia seleksi mengumumkan 118 nama calon komisioner yang lolos penilaian tulisan pribadi.

3. Tes Psikologi

 Pada 7 Juni 2016, 47 nama calon komisioner yang lolos seleksi tes psikologi diumumkan oleh panitia seleksi.  Tes psikologi ini terdiri dari 2 jenis tes yakni tes tertulis yang dilaksanakan pada 18 Mei 2016 serta tes wawancara yang dibagi dalam 4 sesi pelaksanaan pada tanggal 19-20 Mei 2016.

4. Wawancara

Wawancara individual dan kelompok dilaksanakan pada 13-15 Juni 2016. Panitia seleksi mengumumkan hasil wawancara dan memilih 27 nama calon komisioner pada 27 Juni 2016. Nama-nama ini kemudian oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diserahkan ke Komisi I DPR untuk dilakukan fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan).

5. Uji Kepatutan dan Kelayakan

Pada 17-18 Juli 2016 lalu, telah dilakukan uji kepatutan dan kelayakan 27 calon komisioner KPI yang dilakukan oleh Komisi I DPR yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika, serta Intelijen. Lewat proses uji kelayakan dan kepatutan yang terbagi dalam 5 sesi ini, terpilihlah 9 nama komisioner yang akan mewakili publik dalam mengawal masa depan penyiaran di Indonesia.

Tentu, harapannya setelah terpilihnya komisioner baru ini, KPI semakin dikenal publik secara luas dan penyiaran di Indonesia seperti kualitas isi siaran televisi kita menjadi lebih baik.  

Kompilasi Aduan Warga 1 - 30 April 2017
Pada periode ini terdapat 71
KNRP Luncurkan RUU Penyiaran Versi Publik
Proses revisi regulasi yang
Rapotivi Bawa 109 Aduan Warga Ke KPI
Pada 19 April 2017, Komisi
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Maret 2017
Pada periode ini terdapat 37