KABAR
02 Maret 2016
Apa Kata Pengguna Soal "Rapotivi"

Nama saya Fidia Larakinanti. Beberapa waktu lalu, tim Rapotivi menobatkan saya sebagai “Kepala Sekolah Baru Rapotivi” karena berhasil mengumpulkan poin aduan tertinggi, yaitu 3232. Poin tersebut saya dapatkan karena saya termasuk ‘rajin’ dalam mengirimkan aduan melalui Rapotivi tentang tayangan TV yang menurut saya ‘bermasalah’. Bahkan, saya pernah melaporkan lebih dari 5 aduan dalam satu hari dan semuanya terverifikasi oleh tim Rapotivi.

Kehadiran Rapotivi sangatlah saya apresiasi karena dapat menjadi sumber informasi dan sarana edukasi bagi masyarakat tentang media pertelevisian pada umumnya, dan perbaikan kualitas konten tayangan TV pada khususnya. Saya tertarik menggunakan Rapotivi karena merasa penasaran akan cara kerja dari aplikasi ini dalam menangani aduan yang masuk dari masyarakat tentang tayangan TV yang ‘bermasalah’. Pada awalnya, saya masih awam tentang detail jenis pelanggaran yang terdapat dalam suatu program TV berdasarkan Pedoman Pelaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang ditetapkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Namun saat membaca penjelasan tentang hal tersebut dari website Remotivi (lembaga pembuat aplikasi Rapotivi) dan Rapotivi, saya mulai paham dan mulai berani untuk mengadukan tayangan TV yang saya tonton dan menurut saya ‘bermasalah’.

Saya ‘rajin’ membuat aduan ke Rapotivi ini karena saya merasa kurang puas dengan kualitas konten tayangan TV yang ada saat ini. Kebanyakan program TV yang ada menurut saya kurang mendidik dan bahkan sering memunculkan gimmick yang mengangkat urusan pribadi para artis demi menaikkan rating dan share dari program TV tersebut. Padahal, rating dan share tidak menjamin baiknya kualitas konten suatu program TV. Karena itulah saya sering membuat aduan ke Rapotivi, sebab saya mengharapkan adanya perbaikan kualitas dari konten tayangan TV di Indonesia. Jadi, pemirsa tidak hanya mendapatkan hiburan dari tayangan TV yang disaksikan tetapi juga mendapatkan nilai-nilai moral dan pendidikan yang tentunya lebih membawa manfaat untuk masyarakat secara luas.

Selama menyaksikan tayangan TV, saya seringkali menyiapkan buku catatan kecil untuk menuliskan pelanggaran-pelanggaran apa saja yang terjadi selama tayangan tersebut berlangsung lengkap dengan informasi lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan format dalam formulir aduan baru di Rapotivi (stasiun TV mana yang menyiarkan, waktu penayangan, dan jenis programnya). Kemudian, saya melaporkannya secara berkala di Rapotivi untuk menambah poin aduan saya. Saya juga rajin memantau poin aduan saya dan riwayat pengaduan saya, sehingga saya bisa mengetahui aduan mana saja yang sudah diverifikasi oleh tim Rapotivi.

Selain menggunakan aplikasi, saya juga mengakses website Rapotivi dan website Remotivi guna menambah pengetahuan saya tentang hal-hal terkait pemantauan terhadap media pertelevisian. Website tersebut tidak hanya memuat artikel, hasil riset, dan berita terkini yang notabene berbentuk tulisan panjang, tetapi juga memuat konten visual kreatif seperti infografis, statistik dan komik strip. Menurut saya, hal ini menjadikan informasi yang disajikan dalam website lebih menarik dan mudah dicerna. Sehingga pesan yang hendak disampaikan dapat diterima dan dinikmati oleh kalangan luas, bahkan mungkin oleh masyarakat awam. Semoga ke depannya, akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan Rapotivi dan kualitas konten tayangan TV Indonesia akan semakin membaik dan semakin mendidik.

*Penulis adalah pengguna dan relawan Rapotivi

Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Agustus 2017
Pada periode ini terdapat 17
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Juli 2017
Pada periode ini terdapat 20
Perbaikan Tayangan Televisi Dengan Boikot Iklan
Sebagai penonton, apakah kamu
KPI Perlu Tetapkan Standar Tindak Lanjut Aduan
Pada Jumat, 14 Juli, Komisi