KABAR
19 November 2015
Tayangan Melanggar, Siapa yang Bertanggungjawab?

Dalam infografik “Rumah Produksi Langganan Sanksi KPI” yang terbit kemarin, tercatat sebanyak lima rumah produksi/production house (PH) yang paling banyak menerima sanksi KPI sejak Januari 2014 hingga September 2015. Rumah Produksi adalah badan usaha yang bekerja untuk memproduksi program audio visual seperti film, sinetron, klip video, maupun iklan. Ada dua jenis Rumah Produksi (PH) yaitu yang memproduksi program secara langsung atau hanya sekedar perantara antara pembuat program dengan stasiun televisi (agency).

Sebanyak 74 sanksi dikeluarkan KPI untuk menegur stasiun televisi yang menayangkan sinteron dan film televisi (FTV) bermasalah. Pelanggaran yang ditindak KPI ini antara lain terkait pelanggaran terhadap perlindungan anak dan/atau remaja; pembatasan adegan kekerasan; program siaran tentang lingkungan pendidikan; norma kesopanan dan kesusilaan; serta muatan mistik, horor dan/atau supranatural. 

Ketika sebuah tayangan yang diproduksi oleh Rumah Produksi ditindak KPI, tidak hanya stasiun televisi yang seharusnya mendapat peringatan. Selain stasiun televisi, perlu kita ingat bahwa ada Rumah Produksi sebagai pihak yang secara langsung memproduksi tayangan tersebut termasuk iklan yang membiayai tayangan tersebut seharusnya juga turut bertanggungjawab. Peran Rumah Produksi dan iklan ini seringkali luput dari perhatian. Namun, bukan berarti stasiun televisi lepas tanggung jawab jika tayangan yang “dibelinya” dari Rumah Produksi melanggar. Memang benar, stasiun televisi hanya membeli hak siar dari Rumah Produksi, tapi stasiun televisi juga tetap mempunyai kewajiban untuk melakukan sensor secara internal diluar sensor yang dilakukan oleh lembaga sensor terkait. Hal ini sesuai dengan Peraturan KPI tentang Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) tahun 2012 Pasal 39 yaitu:

(1) Lembaga penyiaran sebelum menyiarkan program siaran film dan/atau iklan wajib terlebih dahulu memperoleh surat tanda lulus sensor dari lembaga yang berwenang.

(2) Lembaga penyiaran televisi wajib melakukan sensor internal atas seluruh materi siaran dan tunduk pada klasifikasi program siaran yang ditetapkan dalam peraturan ini.

Sensor internal ini wajib dilakukan setiap stasiun televisi sebelum menyiarkan sebuah tayangan baik yang mereka produksi sendiri ataupun dibeli dari Rumah Produksi. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab stasiun televisi terhadap hak publik dalam menerima tayangan yang sehat.  

Kompilasi Aduan Warga 1-30 September 2017
Pada periode ini terdapat 13
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Agustus 2017
Pada periode ini terdapat 17
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Juli 2017
Pada periode ini terdapat 20
Perbaikan Tayangan Televisi Dengan Boikot Iklan
Sebagai penonton, apakah kamu