KABAR
21 Oktober 2015
Sanksi KPI Basa-Basi, Berpengaruhkah Aduan Kita?

Infografik “Sanksi KPI Hanya Basa-Basi” memaparkan data riwayat pemberian sanksi oleh KPI terhadap beberapa tayangan. Sanksi yang hanya berupa peringatan, teguran, dan terus berulang ini ternyata tidak menimbulkan efek jera bagi stasiun televisi. Hal ini memberi gambaran pada kita bahwa butuh ketegasan KPI dalam memberikan sanksi pada tayangan-tayangan yang melanggar. Tulisan singkat kali ini berusaha untuk merespon pihak-pihak yang mempertanyakan apakah aduan yang masuk melalui Rapotivi tetap berpengaruh jika sanksi KPI hanya basa-basi?

Setiap aduan yang masuk melalui Rapotivi, setelah diverifikasi, kami mengupayakan adanya pengaruh dari setiap aduan tersebut dengan tiga hal, yaitu:

  1. Mengawal proses aduan yang selama ini tak terkawal, mulai dari aduan terverifikasi dikirim ke KPI hingga tindak lanjut KPI terhadap aduan tersebut
  2. Mempublikasikan aduan warga secara masif agar dapat menjadi sanksi sosial bagi industri televisi. Sebab, selama ini keluhan warga terkait tayangan televisi selain tak terpusat dan terprogram, juga banyak yang tak diketahui
  3. Menjadi peringatan bagi pengiklan agar tak memasang iklan di tayangan yang tak sehat dan banyak diadukan

Jika poin pertama terkait sanksi KPI ternyata hanya basa-basi dan tidak membuat jera stasiun televisi, masih ada yang bisa kita upayakan dengan poin kedua dan ketiga. Sanksi sosial dari masyarakat tentu akan menimbulkan efek jera bagi stasiun televisi. Misalnya saat program kasus acara YKS (Trans TV) ramai di sosial media, kemudian muncul petisi dari masyarakat untuk menghentikannya. Ternyata hal ini berpengaruh dan YKS dihentikan penayangannya oleh KPI. Kita bisa belajar bahwa KPI perlu didorong agar sanksi yang dikeluarkan untuk tayangan yang melanggar lebih tegas, responsif, dan progresif.

Perubahan yang besar, termasuk perbaikan kualitas tayangan televisi di Indonesia tentu tak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak dan serta merta. Butuh proses yang panjang dan kerja sama dari banyak pihak, termasuk suara masyarakat tentu akan sangat membantu menciptakan perubahan tersebut. Untuk itu, tetap adukan tayangan televisi yang tak sehat, tak benar, dan tak bermanfaat, apalagi kini nilai televisi di tangan Anda. 

Rapotivi Bawa 109 Aduan Warga Ke KPI
Pada 19 April 2017, Komisi
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Maret 2-17
Pada periode ini terdapat 37
Kompilasi aduan 1 - 28 Februari 2017
Pada periode ini terdapat 50
Perlindungan, Anak-Anak, dan Televisi
“Akhir April 2015 lalu,