KABAR
25 Juni 2015
Sponsor Tayangan yang Paling Banyak Diadukan

“Pesbukers” (ANTV) dan “Ganteng-Ganteng Serigala” (SCTV) adalah dua judul tayangan yang paling banyak diadukan warga melalui Rapotivi.org. Dari 169 aduan yang masuk sejak Februari hingga Mei 2015, 21,3% aduan mengeluhkan “Ganteng-Ganteng Serigala” (GGS) dan 14,2% aduan mengeluhkan “Pesbukers”.

Keluhan publik atas kedua tayangan tersebut juga bisa kita jumpai pada situs Komisi Penyiaran Indonesia (www.kpi.go.id). Sejauh data yang bisa diakses dari situs KPI, setidaknya ada 8 aduan untuk “GGS” dan 12 aduan untuk “Pesbukers”

Mayoritas aduan terhadap “Pesbukers” mengeluhkan muatan tayangan ini yang biasa menormalisasi topik sensitif dari para selebritas, misalnya perceraian, kasus narkoba, atau pengalaman menjadi narapidana. Sedangkan “GGS” dikeluhkan atas muatan kekerasan yang intensif dan vulgar. Suara warga ini didominasi oleh kekhawatiran atas dampak dua judul tersebut terhadap tumbuh kembang anak.

Berdasarkan stasiun TV, SCTV dan ANTV adalah dua stasiun yang terbanyak diadukan, yakni sebesar 24,8% dan 20,1%. Disusul oleh Trans TV (17,1%), RCTI (11,2%), dan Trans 7 (8,2%). Sedangkan isu “Kekerasan” (22,4%) dan “Privasi” (17,7%), merupakan jenis pelanggaran yang paling banyak dikeluhkan warga.

Banyaknya aduan ini menunjukkan bahwa publik tidak diam ketika dipapari siaran televisi yang tidak sehat. Namun, publik tidak bisa bekerja sendiri. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah perwakilan publik dalam mengatur dan menjatuhkan sanksi pada tayangan yang melanggar aturan.

Memang, KPI sudah mengganjar “Pesbukers” dengan lima buah sanksi sejak 2013. Sayangnya, kelima sanksi tersebut hanya berupa peringatan dan teguran. KPI tidak menggunakan wewenangnya untuk memberikan sanksi yang sebenarnya bisa bertingkat. Karena KPI sebenarnya bisa memberikan sanksi lain yang lebih berat, yakni berupa pengurangan durasi siaran dan penghentian siaran selama sementara.

Kehadiran sebuah tayangan televisi tentulah ditopang oleh iklan. Iklan inilah yang mengongkosi keberlanjutan sebuah tayangan. Remotivi mencatat, pada 6-10 April 2015, tiga perusahaan inilah yang paling banyak beriklan pada “Pesbukers”: McDonald, Reckitt Benckiser, dan Coca-Cola Company (masing-masing sebanyak 34 kali). McDonald adalah perusahaan restoran cepat saji. Coca-Cola Company adalah perusahaan yang memproduksi minuman kemasan seperti Coca-Cola, Sprite, Frestea, dan Minute Maid. Reckitt Benckiser adalah perusahaan yang memproduksi produk seperti Strepsils, Dettol, Harpic, dan Vanish. Iklan yang dimaksud di sini adalah yang tayang pada saat jeda (commercial break) selama “Pesbukers” berlangsung.

Dengan ini, Remotivi pun mengimbau kepada perusahaan-perusahaan agar tidak memasang iklan pada tayangan yang tidak sehat. Dengan memasang iklan, perusahaan-perusahaan telah mendukung muatan negatif yang terkandung dalam tayangan-tayangan tersebut. Hal ini tentunya akan mencoreng perusahaan dengan citra negatif di mata publik. (sumber: Remotivi)

KPI Perlu Tetapkan Standar Tindak Lanjut Aduan
Pada Jumat, 14 Juli, Komisi
Kompilasi Aduan Warga 1 - 30 Juni 2017
Kompilasi Aduan Warga 1
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Mei 2017
Pada periode ini terdapat 123
Kompilasi Aduan Warga 1 - 30 April 2017
Pada periode ini terdapat 71