KABAR
27 Mei 2015
Dian Sukma Anidhita, Pengguna Rapotivi yang Aktif

Sejak diluncurkan tiga bulan lalu, Rapotivi sudah mempunyai beberapa pengguna yang rajin melaporkan pelanggaran yang ada di televisi. Dian Sukma Anidhita adalah salah satunya. Hingga Mei ini, ia sudah mengumpulkan 285 poin dan berstatus sebagai Wali Kelas.

Dua minggu yang lalu, kami mengirimkan kaos Rapotivi sebagai hadiah atas keaktifannya. Kami juga selipkan beberapa brosur. Dian kemudian mengirim pesan pendek, “Kalau brosur dan stiker sudah cetak lagi, bisakah saya bantu sosialisasikan di daerah saya di Kabupaten Kudus?”.

Kenapa Dian tertarik mengadukan tayangan televisi lewat Rapotivi dan berinisiatif mengajak lebih banyak orang untuk menggunakannya? Yuk simak wawancara kami dengan pemuda Kudus yang kini bekerja di sebuah perusahaan elektronik ini.

Dari mana kamu pertama kali tahu Rapotivi?

Saya mengetahui Rapotivi pertama kali dari sebuah Komik: Si Juki yang menampilkan iklan Rapotivi. Dan itu membuat saya berusaha mengetahui apa itu Rapotivi dan akhirnya saya mengunduh aplikasinya.

Kenapa kamu merasa perlu mengadukan tayangan televisi?

Sejak era kebebasan pers, media sudah tidak terkendali. Pemilik stasiun TV atau media yang lain seringkali melanggar aturan penyiaran atau UU yang berlaku demi kepentingan mereka sendiri. Akhirnya tayangan yang tidak bermanfaat bagi publik dipaksakan untuk tetap ditayangkan.

Perbedaan apa yang kamu rasakan saat menonton televisi sekarang dengan sebelum mengenal Rapotivi?

Perbedaan siaran televisi dulu dan sekarang saya rasa masih sedikit perubahannya. It's okay, sudah ada niat dari pihak televisi untuk lebih berhati-hati mengenai siaran televisinya. Terlebih lagi saat ini pengguna Rapotivi semakin banyak dan dapat melaporkan siaran televisi yang tidak sesuai kapan saja dan dimana saja.

Apa kekurangan aplikasi Rapotivi ini?

Aplikasi ini sudah bagus, dari 1-10 saya bisa memberi nilai 8. Artinya 2 nilai lagi agar bisa menjadi 10 dapat saya berikan ketika masyarakat Indonesia sadar akan hak sebagai warga negara untuk menikmati siaran televisi yang mendidik dan bermanfaat, serta berani untuk melaporkan siaran televisi yang tidak sesuai melalui Rapotivi.

Mengapa kamu tertarik untuk membagi-bagikan brosur Rapotivi ke lingkungan sekitar?

Ya karena menurut saya tingkah laku masyarakat saat ini berubah secara drastis, banyak meniru apa yang disiarkan televisi. Saya tidak ingin semakin banyak orang yang terpengaruh tayangan televisi buruk. Dan juga untuk memperkenalkan Rapotivi ke masyarakat luas agar lebih banyak masyarakat berperan aktif mendorong stasiun televisi menyiarkan tayangan yang sehat dan bermanfaat.

Apa harapanmu buat Rapotivi ke depan?

Harapan saya Rapotivi dapat memperbanyak sosialisasi dan terus dikembangkan untuk mempermudah masyarakat mengadukan tayangan televisi. Kalau perlu dibuat suatu forum bagi pengguna Rapotivi untuk berkomunikasi satu sama lain. Tanpa adanya kesadaran dari masyarakat, televisi bisa seenaknya menayangkan acara yang tidak bermanfaat. Jalan Rapotivi ke depan masih panjang. Saya yakin pasti ada oknum yang ingin menjatuhkan Rapotivi. Jangan takut dengan ancaman dari pihak yang kemungkinan merasa dirugikan dengan adanya Rapotivi ini. Teruslah solid, together will be better.

Kompilasi Aduan Warga 1 - 30 April 2017
Pada periode ini terdapat 71
KNRP Luncurkan RUU Penyiaran Versi Publik
Proses revisi regulasi yang
Rapotivi Bawa 109 Aduan Warga Ke KPI
Pada 19 April 2017, Komisi
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Maret 2017
Pada periode ini terdapat 37