KABAR
24 April 2015
Mewawancarai Anak di Luar Kapasitas Berpikirnya

Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) sangat ketat mengatur isi siaran dalam hal perlindungan anak dan remaja. Pasal 14 Pedoman Perilaku Penyiaran menyatakan bahwa lembaga penyiaran wajib memperhatikan kepentingan anak dalam setiap aspek produksi siaran. Ini ditujukan untuk melindungi  perkembangan kesehatan fisik dan psikis anak-anak.

Namun, jika kembali melihat tayangan-tayangan di televisi, banyak tayangan yang abai dengan hal ini. Misalnya dalam kasus kecelakaan Air Asia beberapa waktu lalu, ada seorang anak yang keluarganya menjadi korban kecelakaan ini. Banyak media yang meliput dan meminta wawancara kepada si anak. Meskipun anak tersebut hanya diam, tapi wajah dan identitas si anak tetap diberitakan.

Kecelakaan ini tentu akan berdampak sangat besar terhadap si anak dan dapat menimbulkan traumatik. Media seharusnya berempati dengan tidak mengekploitasi si anak dalam pemberitaannya. Contoh lain, seorang anak yang ditanyai oleh infotainment mengenai masalah perceraian kedua orang tuanya. 

Jelas dalam P3SPS yang juga telah divisualisasikan ke dalam komik si Juki "Anak Jadi Narasumber" menyatakan bahwa:

“Tidak boleh mewawancarai anak-anak dan/atau remaja berusia dibawah 18 tahun mengenai hal-hal diluar kapasitas mereka untuk menjawabnya seperti kematian, perceraian, perselingkuhan orang tua dan keluarga, serta kekerasan, konflik, kecelakan dan bencana yang menimbulkan traumatik serta wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan mereka.” Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) pasal 29.

Nah, sebagai penonton cerdas kita perlu kritis terhadap tayangan-tayangan yang abai dengan perlindungan anak dan remaja ini. Tentu hal ini untuk melindungi perkembangan fisik dan psikis generasi penerus. 

Kompilasi Aduan Warga 1-30 September 2017
Pada periode ini terdapat 13
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Agustus 2017
Pada periode ini terdapat 17
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Juli 2017
Pada periode ini terdapat 20
Perbaikan Tayangan Televisi Dengan Boikot Iklan
Sebagai penonton, apakah kamu