KABAR
13 Maret 2015
Ketika Kekerasan Jadi Bahan Utama Sinetron Remaja

“Ini sinetron buat remaja apa film action sih? Isinya kok anak sekolah berantem, tendang-tendangan, pukul-pukulan.”

Begitulah komentar seorang ibu saat menyaksikan sinetron remaja bersama anaknya yang biasa tayang di jam 7 malam. Mungkin ini juga menjadi salah satu keluhan kita menyaksikan semakin banyaknya sinetron remaja yang menampilkan adegan kekerasan. Tidak hanya kekerasan fisik, tapi juga kekerasan verbal atau non-fisik, seperti misalnya mengeluarkan kata-kata kasar, ancaman, hinaan, dan lain sebagainya.

Dalam infografis “Kekerasan dalam Sinetron Remaja”digambarkan bahwa adegan kekerasan memiliki intensitas yang tinggi dalam beberapa sinetron dengan kualifikasi usia R (Remaja). Meskipun klasifikasi tayangan tersebut R-BO, yang berarti harus disertai dengan bimbingan orang tua, namun adegan kekerasan dalam tayangan remaja tetap harus menjadi perhatian.

Jelas dalam Standar Program Siaran (SPS) Pasal 25, adegan kekerasan dibatasi hanya boleh disiarkan pada klasifikasi D (Dewasa) antara pukul 22.00 – 03.00 waktu setempat. Selain itu, Pasal 37 ayat 4a melarang program siaran dengan klasifikasi R (Remaja) menampilkan muatan yang mendorong remaja belajar tentang perilaku yang tidak pantas dan/atau membenarkan perilaku yang tidak pantas tersebut sebagai hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari.

Adegan kekerasan di televisi dibatasi karena dikhawatirkan berdampak pada perkembangan psikis anak dan remaja, misalnya meningkatnya perilaku agresi (tega melukai atau mencelakakan diri sendiri atau individu lain). Selain itu, seringnya menonton tayangan kekerasan juga dikhawatirkan secara tidak sadar membuat kita berpikir hal tersebut lumrah dilakukan.

Tentu, dampak ini tidak terlihat secara langsung, tapi dengan intensitas yang tinggi dampaknya pun dikhawatirkan akan semakin besar. Kematian beberapa anak yang meniru adegan tayangan Smack Down dan Naruto beberapa tahun lalu, misalnya, menjadi potret mengkhawatirkan tersebut. Sebab, usia anak dan remaja merupakan masa-masa fisik dan psikis tumbuh dan berkembang, di mana banyak faktor yang mempengaruhinya.

Tentu, kita tak ingin perkembangannya dipengaruhi oleh hal-hal negatif, bukan?

Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Agustus 2017
Pada periode ini terdapat 17
Kompilasi Aduan Warga 1 - 31 Juli 2017
Pada periode ini terdapat 20
Perbaikan Tayangan Televisi Dengan Boikot Iklan
Sebagai penonton, apakah kamu
KPI Perlu Tetapkan Standar Tindak Lanjut Aduan
Pada Jumat, 14 Juli, Komisi